Dikutip dari Ubergizmo, seorang analis bernama Analis Benedict Evans, Samsung mengeluarkan biaya marketing sebanyak 13 miliar USD atau sekitar 130 triliun rupiah. Uang tersebut pun digunakan utuk beberapa kegiatan seperti advertising, promosi penjualan, iklan di TV, film dan lain-lain. Dan tentu saja biaya marketing ini tak hanya dipakai oleh Samsung untuk produk smartphone serta tabletnya, melainkan untuk produk mereka secara keseluruhan.
Evans mengatakan dengan biaya marketing sebanyak itu, maka pengeluaran tersebut menjadi rekor tertinggi milik Samsung. Sebagai perbandingan, uang yang dikeluarkan oleh Microsoft untuk membeli divisi mobile devices and services Nokia tak sebesar itu. Pun halnya dengan uang yang ditawarkan oleh konsorsium Fairfax Financial untuk membeli BlackBerry. Jadi tidak heran kalau hasilnya saat ini hampir semua orang mencari produk Samsung.
0 comments:
Post a Comment