Thursday, October 17, 2013

Shutdown Berhenti, Dolar Langsung "Depak" Rupiah



JAKARTA – Partai Republik Amerika Serikat (AS) akhirnya menyerah dan menyetujui pagu anggaran yang diajukan oleh Presiden AS Barack Obama. Dengan demikian, maka shutdown dan pagu utang akan aman sampai setidaknya tahun depan.
Kesepakatan ini telah membawa dolar AS yang kemarin sempat mengalami depresiasi kembali menguat. Akibatnya, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan non-delivery forward (NDF) langsung melemah.
Melansir Bloomberg, Kamis (17/10/2013), nilai tukar Rupiah dibuka melemah 160 poin atau 1,4 persen menjadi Rp11.355 per USD, setelah pada penutupan kemarin bertahan di kisaran Rp11.195 per USD.
Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, mengungkapkan, dengan Obama yang bergeming pada pendiriannya untuk tidak mengubah sedikit pun anggaran Obamacare, akhirnya Republik memberi jalan untuk dihentikannya shutdown hingga 15 Januari dan dinaikkannya batas atas utang hingga 7 Februari tahun depan.
"Dengan disetujuinya proposal yang akan menghentikan shutdown maka pasar mendapat sentimen positif. Dini hari tadi Dow Jones dan S&P 500 sama-sama ditutup menguat. Sementara itu index dolar dan tingkat imbal hasil Treasury AS 10 tahun terkoreksi," jelas dia.
Menurutnya, ingar-bingar krisis fiskal sementara akan dibungkam, paling tidak sampai 15 Januari tahun depan, dan fokus akan kembali ke arah kapan pemangkasan stimulus akan dilakukan.
"Selain fokus pada perkembangan data ekonomi AS, Bernanke yang akan hengkang dari Fed di penghujung tahun dan tendensi kebijakan dari Yellen si pengganti patut diperhatikan. Data pekerjaan AS seperti Nonfarm payrol akan menjadi titik konfirmasi pertama," jelas dia.
"Hasil menggembirakan dari Washington dipastikan akan mendongkrak pasar Asia pagi ini setelah sempat tertekan pada perdagangan kemarin. Rupiah yang kemarin melemah ke Rp11.195 per USD juga diperkirakan terdorong ke bawah ke kisaran Rp10.900-Rp11.100 per USD bersaman dengan tren pelemahan dolar," tutup dia.


Sumber :http://economy.okezone.com/

0 comments:

Post a Comment