Hal tersebut dilakukan dengan cara mengutak-atik DNA dari para tikus tersebut. Gen yang berperan dalam memberikan umur lebih panjang kepada para tikus tersebut pun disebut mTOR. Gen ini memiliki peran dalam menyeimbangkan antara energi dan metabolisme.
Para peneliti mengatakan bahwa tikus berjenis kelamin betina dalam penelitian tersebut memiliki usia hingga 31.5 bulan. Sementara tikus jantan mampu bertahan hingga 28 bulan. Normalnya, tikus betina hanya mampu bertahan selama 26.5 bulan dan tikus jantan berumur 22.9 bulan.
Namun usia yang lebih panjang tersebut memberikan dampak negatif bagi para tikus. Para peneliti mengatakan bahwa tikus dalam penelitian tersebut mempunyai beberapa masalah kesehatan, di antaranya adalah tulang yang rapu serta sistem imun yang lemah.
0 comments:
Post a Comment